Peran Digitalisasi Pendidikan Pada Generasi Milenial dimasa Pandemi

 

Peran digitalisasi dalam dunia pendidikan memiliki peranan yang sangat baik dimasa sekarang ini, dengan meningkatkan pengetahuan dibidang IPTEK. Apalagi dimasa pandemi sekarang ini, seakan-akan “melemahkan” aktivitas di dunia dengan membatasi pergerakan masyarakat di luar ruangan dalam rangka memenuhi peraturan protokol kesehatan, yakni physical distancing (pembatasan fisik) untuk mengurangi angka penyebaran virus corona. Berbagai macam aktivitas pun pada akhirnya mengandalkan teknologi sebagai media alternatif, dan salah satu sektor yang memanfaatkannya adalah di bidang pendidikan. Mau tak mau fungsi digitalisasi pendidikan tak boleh diabaikan.

Apa Itu Digitalisasi Pendidikan?

Digitalisasi pendidikan merupakan upaya untuk menunjang proses mengajar secara virtual dalam penyampaian materi pembelajaran. Pemanfaatan berbagai macam aplikasi online dianggap sebagai fasilitas yang dapat digunakan secara mudah. Namun, untuk menjadikan aktivitas pembelajaran lebih efektif, sekolah sebaiknya menyiapkan segala apapun yang dibutuhkan untuk memberikan sesuatu yang dapat diakses secara khusus oleh pihak-pihak yang terkait, mulai dari siswa, staf pengajar, hingga orang tua murid. misalnya (fasilitas Internet yang memadai, komputer, dan perangkat lainnya) sebagai bentuk memfasilitasi sekolah meningkatkan kemajuan di era serba digital sekarang ini.

Manfaat penerapan Digitalisasi Pendidikan

Digitalisasi pendidikan memberikan banyak keuntungan yang secara tidak langsung mempengaruhi banyak hal dalam dunia pendidikan.  Manfaat dari digitalisasi pendidikan di sekolah sangat banyak, antara lain :

  • Membuat kegiatan Belajar Mengajar yang Menyenangkan

Belajar adalah suatu proses perubahan perilaku yang bersifat menetap melalui serangkaian pengalaman. Para siswa dapat memanfaatkan sumber belajar tidak hanya dari guru melainkan dari media lain. Belajar tidak sekadar berhubungan dengan buku-buku yang merupakan salah satu sarana belajar, melainkan berkaitan dengan meningkatkan Ilmu Pengetahuan Teknologi (IPTEK)  yaitu dengan menampilkan suatu yang sangat amat menyenangkan berkaitan dengan pemebelajaran, sehingga tercipta suasana yang menyenangkan. Sebagai contoh, para siswa menonton tutorial video dari youtube, kemudian para siswa mempraktekkannya dalam kelas. Melalui proses itu, para siswa maupun guru dapat mengakses berbagai informasi dari internet. Kegiatan pembalajaran tidak lagi hanya di kelas, tetapi dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa aja. Dengan belajar, seseorang yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa.

  • Memudahkan Pembelajaran Jarak Jauh (Online) dimasa Pandemi

Pembelajaran Jarak Jauh Dalam Jaringan (PJJ Daring) dan PPJ Luar Jaringan (Luring). PJJ Daring secara khusus menggabungkan teknologi elektronik dan teknologi berbasis internet, sementara PJJ Luring dapat dilakukan melalui siaran televisi, radio, modul belajar mandiri, bahan cetak maupun media belajar dari benda di lingkungan sekitar, yang dikenal dengan metode BDR (Belajar Dari Rumah) yang menjadi peranan penting dimasa pandemi ini.  metode belajar dari rumah yang biasa digunakan dan banyak digunakan dalam mempermudah komunikasi antar guru dengan siswa, menggunakan teknologi yang berbasis internet dengan bantuan kouta internet dari Pemerintah.

  • Meningkatkan Kreatifitas siswa dan Menambah kredibilitas sekolah di masa depan

Peserta didik yang mengenyam digitalisasi pendidikan juga akan menjadi lebih dekat dengan teknologi industri yang akan mempermudah mereka dalam dalam belajar dan menemukan impian atau harapannya menuju masa depan yang bagus. Hal ini akan semakin meningkatkan daya saing siswa di masa depan untuk meraih karir impiannya. Bahkan persaingan global sekalipun bisa ditembus. Transformasi digital kini membuat batasan wilayah dan waktu negara tak lagi berlaku secara penuh.  Siswa yang lulus kemudian mampu menjadi seorang yang sukses tentu secara tidak langsung akan mengangkat nama, reputasi dan kredibilitas sekolah, Sekolah yang bersangkutan bisa menjadi institusi pendidikan yang banyak didambakan oleh para calon siswa dan orangtua.

Meskipun baru sedikit, namun ini merupakan modal yang baik untuk memulai digitalisasi pendidikan secara besar-besaran. Tentu saja, meski Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bisa menjadi pemimpin diskt, tetapi keterlibatan semua pihak harus dioptimalkan.

Sembari menanti inisiatif itu dikembangkan semakin masif, para guru sebaiknya mulai bersiap dan mengakrabi penggunaan perangkat teknologi untuk mengembangkan cara mengajar, menggali informasi, membangun jejaring komunikasi, serta menciptakan konten-konten kreatif yang edukatif. Bisa jadi, guru mungkin harus berpikir selayaknya influencer di media sosial yang terus berpikir bagaimana menyajikan konten bermutu dan menarik dengan memanfaatkan aplikasi-aplikasi yang tersedia. Bisa jadi juga, selain menghadiri tatap muka secara fisik dengan para siswa, nantinya para guru juga akan hadir pula di ruang-ruang virtual seperti Youtube, Podcast, dan lain sebagainya.

Kita semua yakin, anak-anak didik kita yang notabene adalah generasi-generasi milenial, akan menyambut semua itu dengan hangat. Sekarang tinggal bagaimana kita memanfaatkan momentum ini untuk mengembangkan potensi dan memberikan kualitas pembelajaran terbaik untuk anak-anak didik.

Perlu diketahui bahwa kapasitas otak manusia tidak terbatas. Seseorang bisa terus belajar sejak lahir sampai akhir hidupnya. Menurut Antonia Lopez, “Tugas utama orang dewasa adalah menyediakan sebanyak mungkin kesempatan yang sesuai dengan tingkat umur dan mengembangkannya secara bertahap.” Otak pun akan mampu bekerja secara efektif bila digunakan secara teratur. Ada pepatah kuno berbunyi demikian; “If you don’t use it, you lose it“-Jika tidak digunakan, Anda akan kehilangan otak Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *