Pemuda dan Prestasi sebagai Generasi Penerus Bangsa yang Berkualitas

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 pada 28 Oktober 2021 yang bertema “Bersatu, Bangkit dan Tumbuh”. Dikutip dari website Kemenpora, tema Hari Sumpah Pemuda ini menggambarkan semnagat persatuan dan kesatuan dalam keberagaman bangsa Indonesia.

Dikutip dari website Kompas.com Sejarah singkat Sumpah Pemuda,  diawali Sebelum diadakan kongres yang menghasilkan Sumpah Pemuda itu, muncul beragam organisasi yang diinisiasi oleh kalangan muda. Salah satu di antaranya adalah Tri Koro Darmo yang didirikan oleh Satiman pada 7 Maret 1915. Organisasi ini menginginkan perubahan cara pandang para pemuda dan kondisi yang terjadi di Indonesia saat itu. Seiring berjalannya waktu, organisasi ini kemudian berubah nama menjadi Jong Java yang diisi oleh para pemuda Jawa, Madura, Bali, hingga Lombok. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Kemudian, banyak bermunculan organisasi serupa yang berbasis kesukuan, seperti Jong Batak, Jong Minahasa, Jong Ambon, dan Pemuda Kaum Betawi. Karena organisasi kedaerahan yang semakin banyak bermunculan, diadakan Kongres Pemuda I pada 1926. Dalam kongres itu, lahir gagasan penggunaan Bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan. Salah satu penggagasnya adalah Muhammad Yamin. Melalui pidatonya, Kemungkinan Bahasa-bahasa dan Kesusastraan di Masa Mendatang, Yamin “menyodorkan” bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan. Akan tetapi, Kongres Pemuda I ini dinilai belum membuahkan hasil karena masih ada ego kedaerahan dan kesukuan yang sangat kuat. Dengan kondisi itu, diadakan kembali Kongres Pemuda II yang digelar pada 27-28 Oktober 1928. Kongres ini melahirkan satu pemikiran yang sama, yaitu perjuangan melawan penjajah. Saat kongres tengah berlangsung, Yamin mulai menuliskan gagasan “Sumpah Pemuda” tersebut dalam suatu kertas. Kertas itu kemudian dia sodorkan kepada Soegondo Djojopoespito, yang saat itu menjabat Ketua Kongres. Deklarasi bernama Sumpah Pemuda itu lahir setelah para peserta menyatakan sebuah kesepakatan bersama akan pentingnya persatuan pemuda dan dibacakan pada 28 Oktober 1928.

Isi Sumpah Pemuda

Dalam Kongres pada tanggal 28 Oktober 1928 tersebut terdapat tiga keputusan penting, yakni bernama Sumpah Pemuda yang berbunyi:

  • Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu tanah Indonesia
  • Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu bangsa Indonesia
  • Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia.

Tiga keputusan penting dari isi Sumpah Pemuda di atas sesuai dinding prasasti museum Sumpah Pemuda. Namun, penulisan teks di dinding prasasti tertulis menggunakan ejaan Van Ophuysen.

Tujuan Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda dirumuskan dan dibuat bukan semata-mata tanpa tujuan. Berikut ini tujuan Sumpah Pemuda:

  • Membangkitkan jiwa dan sikap nasionalisme pemuda pemudi Indonesia dan seluruh rakyat nusantara untuk melawan, mengusir, dan menentang para penjajah.
  • Membuat kukuh dan tebal rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
  • Memperluas usaha-usaha dan kegiatan agar tercapainya kemerdekaan Indonesia.
  • Menghilangkan rasa kedaerahan yang selalu menjadi penghalang rakyat Indonesia untuk bersatu.
  • Melaksanakan cita-cita untuk mengumpulkan seluruh pemuda Indonesia.

Pada peringatan sumpah pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2021, SMA Negeri 1 Kelapa Kampit tetap melaksanakan perayaan sumpah pemuda yang panitiai oleh Siswa Siswi dari OSIS SMA Negeri 1 Kelapa Kampit dengan tujuan menumbuhkan rasa persatuan dan berprestasi dengan berkarya serta dalam hal pengetahuan. Kegiatan peringatan Sumpah Pemuda di sekolah dilaksanakan dengan membentuk beberapa macam lomba yang mengarahkan kependidikan dalam membangun kebersamaan satu kesatuan, membangkitkan motivasi belajar, dan menumbuhkan semangat berkarya menuai hasil ke masa depan yang lebih bermanfaat. Adapun Lomba-lomba tersebut yang bertema tentang kepemudaan adalah seperti :

  1. Desain Poster, tujuannya sebagai mengasah kemapuan siswa untuk membuat sebuah karya dalam bentuk poster yang bagus menyampaikan informasi yang jelas kepada pembaca, menarik untuk semangat melatih diri dan melatih oranglain untuk turut serta berkarya serta semangat berwirausaha, dan terus belajar sampai akhir hayat.
  2. Film Pendek/Video Kreatif, tujuannya melatih siswa bekerja sama dan memberikan motivasi belajar dengan menggunakan kemampuan berpikir, belajar menulis sebuah naskah cerita yang baik, melatih kemampuan dalam media teknologi seperti pengambilan gambar atau video, dan mampu berakting dalam memainkan peran sesuai naskah yang ditulis agar menghasilkan sebuah karya untuk dinikmati oleh orang yang menontonnya, yang berisi motivasi bagi oranglain.
  3. Lomba Mading (Majalah Dinding), tujuannya sama dengan lomba yang lain, mengasah kemampuan dalam mencari kalimat-kalimat atau gambaran yang bisa untuk menginformasikannya kepada pembaca, bisa menghasilkan sebuah karya berupa majalah dinding berisi informasi yang akurat dan bentuk yang indah, menarik pembaca untuk senang membacanya.
  4. Fotografi, tujuannya melatih siswa untuk mampu menggunakan media foto seperti kamera, pengungkapan pribadi. Foto juga dapat berfungsi sebagai ajang untuk mengungkapkan isi hati, menunjukkan kreativitas dan berpendapat melalui sebuah gambar.

Semua lomba tersebut bertujuan tidak lain untuk meningkatkan kemampuan para siswa untuk mengasah otaknya untuk berpikir maju, sesuai tema peringatan Sumpah Pemuda ke 93 di atas. dengan menumbuhkan semangat kepemudaan, bangkit dari keterpurukan akibat pandemi melanda, serta bersatu dalam keberagaman menghasilkan karakter bangsa yang berkualitas.

Sumpah pemuda adalah momentum untuk kebangkitan pemuda, kebangkita generasi penerus dan harapan bangsa. Jadilah pemuda yang tangguh dan mampu memberi manfaat untuk nusa, bangsa, negara dan agama. Selamat hari Sumpah Pemuda 2021.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *