Keutamaan Memuliakan dan Mencintai Nabi Muhammad SAW

Keutamaan memuliakan dan mencintai Nabi Muhammad SAW terletak pada firman Allah SWT pada Al-Qur’an surah Al A’raf ayat 157 sebagai berikut :

Artinya: (Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang beruntung.

Dalil tersebut menjadi salah satu acuan bahwa pentingnya memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Sebagai seorang Muslim yang baik diharuskan untuk mencintai rasulnya, dan berhak memuliakan serta melakukan apa yang beliau sampaikan kepada umatnya, dan umatnya juga harus senantiasa mengingat atu mengetahui peristiwa – peristiwa tentang dirinya, salah satunya adalah Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW atau yang dikenal dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal. Tanggal tersebut pun ditetapkan sebagai hari Maulid Nabi.

Sejarah singkat kelahiran Nabi Muhammad SAW sendiri lahir di kota Mekkah pada tanggal 12 Robiul awal dalam penanggalan Hijriyah atau di tahun Gajah dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahab. Namun, sang ayah meninggal dunia sebelum Nabi Muhammad lahir dan ibunya menghembuskan napas terakhir saat Nabi berusia 6 tahun. Nabi Muhammad diangkat menjadi rasul ditandai dengan dengan menerima wahyu pertama pada saat berusia 40 tahun di Gua Hira. Sejak saat itu, Nabi Muhammad menyiarkan agama Islam dengan sembunyi-sembunyi dan terang-terangan. Rasulullah meninggal dunia pada usia 63 tahun di hari Senin bulan Rabiul Awal setelah jatuh sakit selama 12 hari.

Tujuan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah agar mengenal dan mencintai Nabi Muhammad Saw, dengan mengenal Nabi dari sejarahnya dan apa-apa yang ditinggalkan Rasulullah untuk umatnya, serta meneladani akhlak nabi Muhammad Saw. (Shidik, Amanah, Fathanah, dan Tabligh). dan bersemangat dalam menjalankan dan menyiarkan ajaran agama nabi Muhammad SAW. terutama sekali dalam menjalankan syariat agama Islam, seperti shalat 5 waktu, puasa dan segala kebaikan yang dianjurkan dalam ajaran Islam.

Pada peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW di tahun 2021 ini, SMA Negeri 1 Kelapa Kampit merayakannya dengan perlombaan bernuansa Islami, seperti lomba membaca surah-surah pendek dalam Al-Qur’an, lomba Adzan, Kaligrafi, dan Bercerita kisah Nabi, tetapi semua kegaiatan lomba masih dilakukan  daring atau online, dikarnakan masih dalam situasi pandemi, belum ada perintah langsung untuk melaksanakan perayaan secara tatap muka, dan berharap semoga pandemi segera berakhir , semua kegiatan hari besar Islam salah satunya peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW bisa dilakukan secara tatap muka tidak online dengan rasa bahagia dan tenang. Kegiatan tersebut di laksanakan atau menjadi panitia kegiatan oleh para siswa siswa yang bergabung dalam Rohani Islam (Rohis) di sekolah, yang biasa dikenal dengan Rohis Al-Azhar. Dengan tujuan kegiatan tersebut semakin mengingatkan akan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW tetap melekat dalam hati dan pikiran, selalu di ingat sampai akhir hayat, dan selalu senantiasa meneladani, mencintai dan mengamalkan apa yang telah beliau ajarkan.

Merayakan Maulid Nabi akan mendapatkan syafaat sebab Nabi adalah Rahmat  Umat muslim yang merayakan kelahiran Nabi disebut-sebut akan mendapatkan syafaat di akhirat kelak. Kabar itu dilandasi oleh sebuah hadist berikut ini.

Artinya: Nabi saw bersabda: “Barang siapa mengagungkan hari kelahiranku, niscaya aku akan memberi syafa’at kepadanya kelak pada hari kiamat. Dan barang siapa mendermakan satu dirham di dalam menghormati hari kelahiranku, maka seakan-akan dia telah mendermakan satu gunung emas di jalan Allah’.”

Sedangkan Allah juga memberikan Rahmat kepada umat Islam, maka sudah menjadi kewajiban untuk mensyukuri dan menerima dengan bahagia. Terlebih ada sebuah ayat yang memerintahkan manusia untuk bergembira setelah mendapatkan anugerah.

“Katakanlah: ‘Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya hendaklah (dengan itu) mereka bergembira’ “. (QS.Yunus: 58)

Catatan : Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir yang diutus Allah SWT dengan membawa kabar gembira sekaligus peringatan bagi seluruh umat. Rasulullah SAW kemudian mendapat julukan Khataman Nabiyyin.

Kisah maulid Nabi ini dapat dijadikan momentum untuk meneladani sifat Rasulullah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *