Bermusahabah diri di Akhir Ramadhan Menuju Hari yang Fitri

 

Setiap orang muslim dituntun untuk senantiasa melakukan muhasabah berdasarkan firman Allah dalam surah al-Hasyr ayat 18 yang berbunyi;“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah (dengan mengerjakan suruhan-Nya dan meninggalkan larangan-Nya), dan hendaklah tiap-tiap diri melihat dan memerhatikan apa yang ia telah sediakan (dari amal-amalnya) untuk hari esok (hari Akhirat). Dan (sekali lagi diingatkan) bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat meliputi pengetahuannya akan segala yang kamu kerjakan.” (al-Hasyr: 18).

Muhasabah berasal dari kata hasyib yahsabu hisab, yang artinya perhitungan. Menurut pengertian Musahabah atau introspeksi diri adalah salah satu cara evaluasi dan membersihkan diri sendiri dari kesalahan-kesalahan yang mungkin telah diperbuat.

Muhasabah adalah memperhatikan dan merenungkan hal-hal baik dan buruk yang telah dilakukan. Termasuk memperhatikan niat dan tujuan suatu perbuatan yang telah dilakukan, serta menghitung untung dan rugi suatu perbuatan.

Dalam Islam, muhasabah ini bertujuan untuk memperbaiki hubungan kepada Allah (habluminallah), hubungan kepada sesama manusia (habluminannas), serta hubungan dengan diri sendiri (habluminannafsi).

Bagi seorang muslim, muhasabah adalah hal penting dan sebisa mungkin tak boleh dilewatkan. Sebab hidup di dunia itu sangat singkat. Jauh berbeda dengan kehidupan akhirat yang kekal. Kehidupan yang kita jalani saat ini pun akan menentukan bagaimana kehidupan di akhirat kelak. Apakah berakhir baik dan masuk surga, atau berakhir buruk dan masuk neraka.

Kali ini, hari demi hari dalam ramadhan yang penuh berkah ini telah berlalu begitu cepat meninggalkan kita. Sekarang ramadhan pun hendak beranjak pergi di hari-hari terakhirnya ini untuk meninggalkan kita semua dengan segala amalan yang telah kita lakukan.

Ibadah-ibadah ramadhan kita memang begitu akrab dan identik dengan puasa, tarawih, sedekah dan untaian bacaan Alquran. Namun, ada sebagian dari kita kadang meninggalkan sebuah hal yang begitu penting untuk dilakukan di bulan ramadhan yaitu melakukan muhasabah diri.

Sebagai manusia, kita semua tak pernah lepas dari kesalahan Begitulah kita sebagai anak cucu Nabi Adam yang telah ditakdirkan untuk berbuat kesalahan dan segera untuk bertaubat sebagaimana di riwayatkan:

“Seluruh anak Adam berdosa dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.” (HR. Ibnu Maajah)

Alhamdulillah ketika kita masih diberi kesempatan untuk bisa melakukan muhasabah. Muhasabah sesungguhnya telah mengajarkan kita tentang muroqabatullah dalam artian kita meyakini bahwa Allah selalu hadir dan mengawasi seluruh perilaku yang kita lakukan. Kita mengetahui dan menyakini bahwa Allah swt mengetahui segala sesuatu yang kita tampakkan dan kita sembunyikan dalam hati kita.

Menjelang akhir ramadhan ini adalah bagaimana kita berusaha agar kita memperbanyak istigfar dan meminta ampunan Allah swt atas dosa-dosa kita, selain itu segera kita meminta maaf kepada orang-orang atas kesalahan-kesalahan kita terlebih kita tidak sengaja dan lupa berbuat salah pada orang lain sehingga tidak ada pengadilan di akhirat nanti.

Senyatanya ramadhan adalah bukanlah satu-satunya waktu untuk melakukan muhasabah diri. Akan tetapi, orang seperti kita yang belum pernah mengetahui perintah dan hakikat bermuhasabah dapat menumbuhkannya di bulan penuh berkah ini.

Semoga, disisa umur kita ini masih bisa dipertemukan dengan ramadhan-ramadhan berikutnya yang Allah perkenankan untuk kita bertemu membasahi rindu akan kehadiran bulan ramadhan dan merajut cinta yang saleh di dalamnya.

Semoga kita bisa mengakhiri ramadhan ini dengan akhir yang baik dan mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat, dan kelak Allah swt mengumpulkan kita ke dalam Jannah Al-Firdaus-Nya…Aamiin

#ramadhankareem1442H

#musahabahdiri

#BersamaMeraihPrestasi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *