Kepemimpinan Organisasi Sekolah

Berbicara kepemimpinan organisasi sekolah, selain kepala sekolah  yang merupakan seseorang yang berada di garda terdepan dalam upaya mencerdaskan bangsa, dan merupakan ujung tombak dalam keberhasilan maju atau tidaknya suatu satuan pendidikan yang ia pimpin.

Dengan beratnya Kepala sekolah memikul tanggung jawab terhadap kenyamanan dan ketertiban lingkungan sekolah serta warga sekolahnya. Ia dibantu oleh para wakil-wakilnya (seperti wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, Kurikulum dan sarana prasarana) dengan mengemban tugas masing-masing di kepemimpinan organisasi sekolah. baik dalam hal keamanan dan kenyamanan di masa tanggap darurat Covid-19 sekarang ini.

Terlihat di Gambar, Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan memberikan himbauan kepada seluruh siswa untuk senantiasa, terutama tetap menerapkan protokol kesehatan, guna sebagai bentuk kesadaran menjaga kesehatan di masa pandemi sekarang ini, dan selalu melaksanakan tata tertib di sekolah, baik dalam hal berpakaian, kedisiplinan, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Oleh sebab itu dengan adanya pengambilan langkah-langkah yang tepat dan koordinasi yang baik dengan seluruh pihak sekolah, maka proses pembelajaran dan pengajaran di tengah wabah Covid-19 akan berjalan lancar.

Tugas Dan Tanggung Jawab

Bertanggung jawab kepada kepala sekolah dalam bidang kesiswaan dan bertugas menyusun program pembinaan dan kegiatan kesiswaan / OSIS sebagai berikut :

  1. Menyusun program pembinaan kesiswaan / OSIS
  2. Melaksanakan bimbingan, pengarahan, pengendalian kegiatan siswa / OSIS dalam rangka menegakkan disiplin dan tata tertib sekolah serta pemilihan pengurus
  3. Membina pengurus OSIS dalam berorganisasi
  4. Menyusun program dan jadwal pembinaan siswa secara berkala dan insindental
  5. Membina dan melaksanakan koordinasi  keamanan, kesehatan, kebersihan, ketertiban, kerindangan, keindahan dan kekeluargaan ( 7 K )
  6. Melaksanakan pemilihan calon siswa teladan dan calon – calon siswa penerima beasiswa
  7. Pengadaan pemilihan siswa untuk mewakili sekolah dalam kegiatan di luar sekolah
  8. Mengatur mutasi siswa
  9. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan kesiswaan
  10. Menyusun program kegiatan ekstrakurikuler

Peringatan Idul Adha Qurban 1442 Hijriyah di Sekolah

Idul Adha menjadi hari raya lainnya bagi umat Islam selain Idul Fitri. Beberapa orang menyebut Iduladha dengan istilah Hari Raya Kurban. Hal ini dikarenakan pada saat Iduladha, umat muslim yang berkecukupan dihimbau untuk menyembelih hewan kurban. Umumnya, hewan yang disembelih adalah kambing atau sapi. Selain itu, hari raya ini juga disebut sebagai puncaknya ibadah Haji yang dilaksanakan oleh umat Muslim, hingga beberapa orang menyebutnya sebagai Lebaran Haji.

Idul Adha juga telah ditetapkan sebagai hari libur nasional oleh Pemerintah Indonesia. Penetapan Iduladha berdasarkan kalender Hijriah, tepatnya pada tanggal 10 di bulan Dzulhijjah. Perlu diketahui, bulan Dzulhijjah merupakan bulan terakhir tahun Hijriah dalam penanggalan Islam.

Pada Idul Adha 1442 Hijriyah tahun ini SMA Negeri 1 Kelapa Kampit menyelenggarakan Idul Adha Qurban di Sekolah yang di selenggarakan oleh Siswa Rohis Al-Azhar sebagai panitia Qurban tahun ini. Allhamdulillah berkat dana Infaq setiap jum’at dan sedekah dari guru-guru akhirnya bisa mengumpulkan dana untuk membeli hewan qurban tersebut. Dengan harapan menyembelih hewan qurban dapat memiliki banyak manfaatnya bagi keluarga besar SMA Negeri 1 Kelapa kampit.  semoga ditahun depan semakin lebih baik rejeki untuk bisa kembali menyembelih hewan qurban lagi.

Penyembelihan hewan Qurban di sekolah dilaksanakan pada Kamis, 22 Juli 2021 dengan langsung dihadiri oleh Ibu Kepala sekolah Sri Mulyani,SE.M.Pd. dan seluruh guru/pegawai serta panitia dari siswan Rohis Al-Azhar. pelaksanaan penyembelihan hingga membagikan daging qurbannya, dengan keadaan yang sehat semua.

Hasil dari penyembelihan hewan qurban, daging yang dikumpulkan dan sudah di data penerima qurban berasal dari siswa SMA Negeri 1 Kelapa Kampit sendiri, bagi yang kurang mampu dan masyarakat dilingkungan sekitar SMA. Sesuai dengan tema qurban tahun ini, dengan berbagi antar sesama orang yang lebih membutuhkan dimana sebuah kesulitan yang terjadi sekarang ini akibat penyebaran pandemi covid-19. harapan semoga pulih negeri ini dan kembali kepada Allah, sadar akan kesalahan diperbuat, dan berbagi itu penting sebagian dari yang disukai oleh Allah SWT.

Dalam al-Qur`an, disebutkan, “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya” (Qs. al-Zalzalah: 7-8).  Dua ayat terakhir persisnya adalah “penutup/ lanjutan yang berisi kesimpulan” (disebut dengan tafrî’ al-fadzlakah), untuk memberi motivasi atau dorongan agar orang berbuat kebaikan (targhîb) dan ancaman agar orang tidak berbuat kejahatan (tarhîb). Penutup yang berisi kesimpulan merupakan penjelasan ayat sebelumnya tentang mengapa manusia dikumpulkan dan mengapa mereka diperlihatkan hasil perbuatan mereka di dunia. Itu–sekali lagi–karena prinsip yang berlaku adalah bahwa siapa yang melakukan perbuatan, baik atau jahat, akan diberi balasan, sekecil apa pun perbuatan itu.

Dokumentasi :

Tetap Patuhi Protokol Kesehatan 5M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas)

#Iduladha1442H   #SmansaKampit

Hari Ketiga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

Pada hari ini Jum’at, 23 Juli 2021 telah dilakukan kegiatan MPLS secara daring untuk hari yang ketiga atau hari terakhir oleh Pembina OSIS (Bapak Ibnul Subari,S.Pd), dan anggota OSIS yang terdaftar dalam kegiatan tersebut (Friska Anisyah, Rahmat Hidayat, Dwi Sefia Amanda, Novita Auliya, Revaldo, Andini, Mercelinda Safitri, Iebel Nabiesska, Adjriel Ibra, dan Farhan Izzatur Rahman).

Alur Kegiatan MPLS 2021

Pemateri dan Ringkasan Isi Materi :

  • Nova Herawati (Korrdinator PKB/PLKB Kecamatan Kelapa Kampit)

MENGENAL SIAPA KITA? (LIFE SKILL DI ERA MILENIAL)

  • GENRE (Generasi Berencana)

GenRe merupakan Ikon dari Program Pembinaan Ketahanan Remaja.

  • Yang Harus Dihindari Remaja :
  1. PERNIKAHAN DINI
  2. SEKS PRA NIKAH
  3. NAPZA (NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA DAN ZAT ADIKTIF)
  • Yang Harus Dilakukan Remaja :
  1. MELANJUTKAN PENDIDKAN
  2. BEKRJA ATAU BERKARYA
  3. MENABUNG
  4. MEMBEKALI DIRI DENGAN KECAKAPAN HIDUP (MENTAL, FISIK, DAN SPIRITUAL)
  • GENRE INDONESIA : SAATNYA YANG MUDA YANG BERENCANA!

Keterampilan Hidup (Life Skill) adalah berbagai keterampilan atau kemampuan untuk dapat berperilaku positif dan beradaptasi dengan lingkungan memungkinkan seseorang mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam hidupnya sehari-hari secara efektif (DEPDIKNAS, 2002)

  • POHON KETERAMPILAN HIDUP
  1. Forgiveness
  2. Respect
  3. Gratitude
  4. Honesty
  5. Compassion
  6. Courage
  7. Loyalty
  8. Kindness
  9. Cooperation
  10. Responsibility
  • 5 TIPS REMAJA BEBAS NAPZA
  1. SELEKTIF MEMILIH EMAN
  2. JANGAN PERNAH MENCOBA
  3. BENTENGI DIRI DENGAN AGAMA
  4. NIKMATI KEBERSAMAAN KELUARGA
  5. INGAT MASA DEPAN
  6. PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH (Panitia)
  • PENUTUPAN MPLS

Pada hari ini juga dilakukan Penutupan MPLS daring oleh Ibu Kepala Sekolah SMAN 1 Kelapa Kampit dan ucapankan selamat menjadi peserta didik baru di SMAN 1 Kelapa Kampit “Bersama Meraih Prestasi”.

Dokumentasi kegiatan MPLS :

Tetap Patuhi Protokol Kesehatan 5M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas)

@smansakelapakampit
@osissmansakelapakampit

Hari Kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

Pada hari ini Kamis, 22 Juli 2021 telah dilakukan kegiatan MPLS secara daring untuk hari yang kedua oleh Pembina OSIS (Bapak Ibnul Subari,S.Pd), dan anggota OSIS yang terdaftar dalam kegiatan tersebut (Friska Anisyah, Rahmat Hidayat, Dwi Sefia Amanda, Novita Auliya, Revaldo, Andini, Mercelinda Safitri, Iebel Nabiesska, Adjriel Ibra, dan Farhan Izzatur Rahman).  

Alur Kegiatan MPLS 2021

Pemateri dan Ringkasan Isi Materi :

  • Ricko Valentino ,M.Pd (Pembinaan Mental Agama di Sekolah)
Pendidikan agama adalah unsur terpenting dalam pendidikan moral dan pembinaan mental. Pendidikan agama di sekolah mendapat beban dan tanggung jawab moral yang tidak sedikit apalagi jika dikaitkan dengan upaya pembinaan mental remaja. Satu hal penting yang tidak boleh diabaikan oleh para guru agama di sekolah ialah materi pelajaran agama yang disampaikan di sekolah hendaknya selalu diorientasikan pada kepentingan remaja, seorang guru agama harus bisa menanamkan keyakinan bahwa apa apa yang ia sampaikan bukan demi kepentingan sekolah (kurikulum) atau kepentingan guru agama melainkan demi kepentingan remaja itu sendiri
  • Isran Mihardi ,S.Si (Pengenalan Kurikulum dan Lomba Jenjang SMA)
Struktur Kurikulum SMAN 1 Kelapa Kampit :
  1. Menerapkan sistem PAKET
  2. Jumlah Rombel (Rombongan Belajar) ada 15 rombel
  3. Kelas X (sepuluh) tahun 2021 jumlah = 209 Peserta didik, ada 6 rombel
  4. program penjurusan kelas ada MIPA dan IPS
  5. ada 15 mata pelajaran
  6. alokasi satu jam pembelajaran ada 45 menit.
  • Oscar Habib ,S.H.,M.M (Pemuda Pancasila di Era Modernisasi Pancasila Sebagai Pandangan Hidup)

1. Ketuhanan yang Maha Esa

Sila pertama ini mengartikan bahwa kita sebagai warga negara Indonesia mempercayai dan bertakwa pada Tuhan. Tentunya ini disesuaikan dengan agama dan kepercayaan yang dimiliki oleh masing – masing orang. Karena itu makna dari sila ini juga berarti kita perlu saling menghormati anyar umat beragama sehingga tercipta kehidupan yang rukun.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Sila kedua ini kita sebagai warga negara diminta untuk memahami bahwa setiap manusia memiliki derajat yang sama, sehingga kita harus saling menyayangi satu sama lain. Kita juga harus saling menjaga dan membantu sesama, membela kebenaran dan keadilan, dan bekerjasama untuk kedamaian negara kita.

3. Persatuan Indonesia

Sila ketiga berarti kita harus menempatkan kesatuan, persatuan, dan kepentingan negara dari kepentingan masing – masing.

Kita harus mempunyai kepribadian yang rela bekorban demi negara Indonesia, mencintai bangsa Indonesia dan tanah air, serta bangga pada negara.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Khidmat dan Kebijaksaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan

Sila keempat ini mengajak kita untuk tidak memaksakan kehendaknya pada orang lain dan mengutamakan kepentingan negara dan orang lain. Terkadang kita akan menemukan perbedaan pendapat dan cara pandang. Namun, kita harus menyelesaikannya dengan cara bermusyawarah atau berdiskusi.

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Makna dari sila ini berarti mengembangkan perbuaran luhur dengan cara kekeluargaan dan gotong royong, selalu bersikap adil. Selain itu kita harus seimbang antara hak dan kewajiban dengan juga menghormati hak – hak orang lain.

PERAN PEMUDA DALAM UPAYA MENANAMKAN NILAI PANCASILA SEBAGAI JATI DIRI BANGSA MELAWAN ARUS MODERNISASI
1. Membekali diri dengan pendidikan yang berlandaskan Pancasila.

2. Penguatan nilai etnik dan nasionalisme generasi muda.

3. Terjun berperan aktif dalam masyarakat.

  • Pengenalan Guru dan Pegawai SMA N 1 Kelapa Kampit. (Narasumber Panitia MPLS : Friska Anisyah)
  • Notulen Kegiatan : Dwi Sefia Amanda (Panitia MPLS)

Dokumentasi kegiatan MPLS :

 

Tetap Patuhi Protokol Kesehatan 5M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas)

@smansakelapakampit
@osissmansakelapakampit

Hari Pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

Pada hari ini Rabu, 21 Juli 2021 telah dilaksanakan pembukaan MPLS bersama Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kelapa Kampit (Ibu Sri Mulyani,S.E,M.Pd) dengan dipantau langsung oleh Wakil Kepala Sekolah bagian Kesiswaan (Ibu Sunawal,S.Pd) dengan lancar sampai waktu selesai yang ditentukan setiap harinya oleh Panitia Osis yang diketuai oleh Pembina OSIS (Bapak Ibnul Subari,S.Pd), dan anggota OSIS yang terdaftar dalam kegiatan tersebut (Friska Anisyah, Rahmat Hidayat, Dwi Sefia Amanda, Novita Auliya, Revaldo, Andini, Mercelinda Safitri, Iebel Nabiesska, Adjriel Ibra, dan Farhan Izzatur Rahman). 

Alur Kegiatan MPLS 2021

Pemateri dan Ringkasan Isi Materi :

  • Sri Mulyani,S.E,M.Pd (Kepala Sekolah) => Pembuka Kegiatan MPLS
  • Eki Piroza, S.Pd => kesadaran berbangsa dan bernegara

Kita harus memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara, karena kita sebagai pewaris sah kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh pendahulu. oleh karena itu kita harus menjaga bumi pertiwi ini. Makna dari kesadaran berbangsa dan bernegara adalah mengamanatkan kepada seluruh warga negara agar menempatkan kesatuan dan persatuan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Ada 4 Konsensus Nasional, yaitu :

  1. Hukum (dasar hukum)
  2. Bhineka Tunggal Ika
  3. UUD 1945
  4. NKRI
  5. Pancasila
  • Ares Faujian, S.Pd => Budaya Literasi dan Profil Pelajar Pancasila

Kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan yang dilakukan secara terus menerus dan menjadi kebiasan untuk kecakapan hidup. untuk menjadi manusia yang unggul sepanjang hayat, harus memilki kompetensi global dan berprilaku yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila.

“Membaca adalah cara menggali cerita di masa lalu, Menulis adalah cara mengukir cerita dimasa depan. _Ares Faujian

  • Sunawal, S.Pd => Tata Krama siswa

Peserda didik baru harus wajib menaati dan mematuhi peraturan tata tertib di SMA Negeri 1 Kelapa kampit. Bagi yang melanggar akan diberikan Point sesuai jenis pelanggaran yang dilakukan. misalnya (keterlambatan, kepribadian, pakaian, kehadiran, merokok, senjata tajam, pornografi, Narkoba dan Minuman Keras, Berkelahi / Tawuran, Intimidasi/ancaman kekerasan, Ibadah.

  • Panitia MPLS => pengenalan ekstrakurikuler
  • Notulen Kegiatan : Dwi Sefia Amanda (Panitia MPLS)

Dokumentasi kegiatan MPLS

Hari 1 :

 

Tetap Patuhi Protokol Kesehatan 5M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas)

@smansakelapakampit
@osissmansakelapakampit

Selamat Datang Siswa/I Baru di Kegiatan MPLS 2021/2022

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah setiap awal tahun ajaran guna menyambut kedatangan para peserta didik baru. MPLS dijadikan sebagai ajang untuk mempererat tali persaudaraan. MPLS juga sering dipakai sebagai sarana perkenalan siswa terhadap lingkungan baru di sekolah. Baik itu perkenalan dengan sesama siswa baru, senior, guru, hingga karyawan lainnya di sekolah itu.  Biasanya MPLS sepenuhnya dilaksanakan oleh kelompok siswa yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dengan guru sebagai pihak pengawas memantau kegiatan selama MPLS berlangsung. 

Pada setiap tahun pelajaran baru atau ketika penerimaan peserta didik baru SMA Negeri 1 Kelapa Kampit, tetap melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan program pengenalan yang berbeda-beda, di ketuai oleh teman-teman dari Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Di dua tahun belakangan ini ditahun 2020 dan 2021 Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, dikarenakan situasi kondisi yang sedang dalam masa pandemi Covid-19. jadi, program MPLS yang dilaksanakan dengan menggunakan program daring atau online pada aplikasi yang  digunakan tatap muka secara online (seperti, Google Meet atau Zoom) menyesuaikan keadaan untuk memudahkan kegiatan tersebut.

Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada tahun pelajaran 2021/2022 ini dilakukan secara daring oleh sekelompok siswa dari Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dengan Kepala Sekolah atau guru pembina sebagai pihak pengawas memantau kegiatan selama MPLS berlangsung. Kegiatan MPLS dilaksanakan selama 3 hari oleh semua peserta didik baru sampai selesai, dengan tetap melakasanakan protokol kesehatan walaupun dalam kegiatan secara online, begitu juga dari panitia OSIS atau yang berada dalam kegiatan tersebut.

Alur Kegiatan MPLS (rincian kegiatan) :

Lampiran Kegiatan :

Generasi Baru SMAN 1 Kelapa Kampit. Diwajibkan mengunggah link-link dibawah ini dan bagi siswa-siswi baru SMAN 1 Kelapa Kampit untuk membuat twibbon, dan harus di upload di media sosial (instagram, facebook, whatsapp, twitter, dll).

  • Untuk Melihat Buku Panduan MPLS (Klik Link dibawah ini) :

https://drive.google.com/file/d/1BmErTXUHnuT-xJLERCUx_xgKR3nCkOzM/view?usp=sharing

Tetap Patuhi Protokol Kesehatan 5M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas) agar kita tetap terjaga dan semoga pandemi ini segera berakhir, agar kita bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di Sekolah dengan keadaan yang baik-baik saja.
@smansakelapakampit
@osissmansakelapakampit

Kompetensi Sains Nasional 2021 SMANSA KAMPIT

Kompetisi Sains Nasional atau yang biasa disingkat dengan KSN adalah ajang kompetisi dalam bidang sains bagi para siswa SD, SMP, dan SMA di seluruh Indonesia. Sebelumnya, KSN dikenal dengan nama Olimpiade Sains Nasional (OSN). Perubahan nama ini terjadi pada tahun 2020 setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Nadiem Makarim mendirikan Pusat Prestasi Nasional yang membawahi semua pelaksanaan lomba, kompetisi, dan festival di indonesia.

Kompetisi Sains Nasional (KSN) ini diharapkan dapat mengantarkan peserta didik untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kompetisi ini juga merupakan bagian penting dalam pemerataan prestasi dan memaksimalkan potensi peserta didik bertalenta dan berkarakter dari seluruh pelosok Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain sebagai sebuah strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan, kompetisi sains telah memiliki posisi khusus pada berbagai ajang bergengsi di dunia internasional dalam penguasaan sains oleh para peserta didik. Maka, melalui sistem kompetisi yang sistematis dan berjenjang ini diharapkan terbangun ruang seluas-luasnya bagi peserta didik untuk mengeksplorasi kemampuan dalam bidang sains dan mencapai puncak potensi terbaiknya. Pencapaian prestasi yang maksimal akan ditunjukan dengan lahirnya juara-juara kompetisi sains yang mumpuni dan berdaya saing tinggi yang siap berkompetisi pada tingkat internasional.

Hasil KSN juga menjadi pertimbangan dalam proses seleksi peserta didik yang akan dipersiapkan mewakili Indonesia pada ajang kompetisi sains internasional.

Jenjang SMA: Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Astronomi, Komputer, Ekonomi, Kebumian, dan Geografi.

Tahapan pelaksanaan KSN terdiri atas:

  1. Tahapan seleksi tingkat sekolah disebut sebagai Kompetisi Sains Nasional tingkat Sekolah (KSN-S)
  2. Tahapan seleksi tingkat kabupaten/kota disebut sebagai Kompetisi Sains Nasional tingkat Kabupaten/Kota (KSN-K)
  3. Tahapan seleksi tingkat provinsi disebut sebagai Kompetisi Sains Nasional tingkat Provinsi (KSN-P)
  4. Tahapan seleksi tingkat nasional disebut sebagai Kompetisi Sains Nasional (KSN)

Tahun ini, SMA Negeri 1 Kelapa Kampit tetap turut ikut serta dalam kompetensi ini melanjutkan seperti tahun-tahun sebelumnya, sesuai minat dan kemampuan peserta didik. ada sekitar 27 peserta didik yang mengikuti KSN tahun ini sesuai dengan bidang masing-masing.

Pada tanggal 03-04 Juni 2021 ini Kompetensi Nasional ini di adakan oleh Pusat Prestasi Nasional, dengan sistem semi daring menggunakan media komputer yang di olah oleh setaip sekolah masing-masing.

Informasi :

  1. Tahapan seleksi Kompetisi Sains Nasional tingkat Kabupaten/Kota (KSN-K) Alhamdulillah KSN 2021 memberikan hasil yang baik, selamat kepada adik-adik peserta didik SMA Negeri 1 Kelapa Kampit yang telah belajar dan berjuang untk KSN kabupaten menuju KSN Provinsi :
Ilva Khairunnisa XI MIPA 1 : Kebumian
Frina aningtyas XI MIPA 1 : Ekonomi
Trista Maetri Selfunny Alami,Lee  XI IPS 2 : Ekonomi
Dzaki abiyu G  XI MIPA 2 : informatika
Tania januarti XI IPS 3 : Geografi
Rindiani XI MIPA 2 : Fisika
Nindy Elvionita Sari XI MIPA 1: Matematika
Terimakasih atas kerja kerasnya siswa dan Pembina KSN dan Proktor KSN dan team teknis . Yang belum juara dan yang siswa baru harap bersemangat untk prestasi yang selanjutnya.. SEMANGAT BERSAMA MERAIH PRESTASI

Semoga tercapai segala apa yang mereka harapkan dan kita sebagai orangtua tetap mendukung dan mendoakan untuk kebaikan mereka hari ini, esok, dan masa yang akan datang tentunya. Semangat “Bersama Meraih Prestasi”

#KSN2021 #SmansaKampit

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah

بِسْــــــــــــــمِاللهِالرَّحْمَنِالرَّحِيْــــــــــــــمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Idul Fitri adalah salah satu hari raya umat agama Islam yang terpenting. Umat Islam di Indonesia menyebut Idul Fitri sebagai Lebaran. Fitri berasal dari kata fathara – yafthuru – fithran yang artinya makan atau minum. Makna Idul Fitri (hari kembali berbuka) adalah hari ketika umat Islam sudah boleh kembali makan dan minum setelah tidak makan dan minum di pagi hari selama bulan Ramadhan. Idul Fitri jatuh pada hari pertama atau tanggal 1 bulan Syawal, bulan ke-10 pada kalender Islam. Penentuan Idul Fitri jatuh pada tanggal berapa dengan cara melihat hilal. Ketika bulan baru terlihat setelah bulan Ramadhan, maka hari berikutnya adalah Idul Fitri.

Selama hari raya Idul Fitri umat Islam menikmati kebahagiaan, pengampunan (saling memaafkan), dan perayaan. Umumnya, Idul Fitri dirayakan selama dua hari di beberapa negara yang mayoritas penduduknya Islam.

Sebelum merayakan Idul Fitri, umat Islam wajib membayar zakat yang disebut zakat fitri atau zakat fitrah. Zakat fitri adalah zakat yang wajib dilakukan umat Islam disebabkan berbuka dari puasa Ramadhan. Bertujuan untuk menyucikan diri dan membersihkan perbuatannya.

Idul Fitri identik pertama yang dilakukan adalah bertakbir pada malamnya dan paginya melaksanakan shalat Ied, setelah sholat Ied, sesama Muslim akan saling menyapa dan bersalaman. Mereka memberi selamat kepada sesama muslim dengan ucapan yang mengandung doa dan saling memaafkan, saling mengunjungi saudara dan tetangga. Anak-anak akan menerima hadiah dalam bentuk uang dari orang dewasa.

Tapi di tahun ke 2 ini, masih dalam suasana pandemi atau covid19, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan panduan penyelenggaraan Shalat Idul Fitri 1442 H pada masa Pandemi Covid-19.

Dalam surat edaran itu, shalat Idul Fitri tetap dilaksanakan di rumah bagi warga yang tinggal di zona oranye dan merah.

Panduan ini tertuang dalam Surat Edaran No SE 07 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Salat Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 M di saat Pandemi Covid-19.

Surat edaran itu juga mengatur tata cara takbiran di masjid, sedangkan takbir keliling dilarang untuk mencegah kerumunan. Berikut isi surat edaran tersebut :

Ketentuan takbiran

Melansir laman resmi Kemenag, malam takbiran menyambut hari raya Idul Fitri dalam rangka mengagungkan asma Allah sesuai yang diperintahkan agama, pada prinsipnya dapat dilaksanakan di semua masjid dan mushala.

1. Dilaksanakan secara terbatas, maksimal 10 persen dari kapasitas masjid dan mushala, dengan memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

2. Kegiatan takbir keliling ditiadakan untuk mengantisipasi keramaian.

3. Kegiatan Takbiran dapat disiarkan secara virtual dari masjid dan mushala sesuai ketersediaan perangkat telekomunikasi di masjid dan mushala.

Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M dapat diadakan di masjid dan lapangan hanya di daerah yang dinyatakan aman dari Covid-19, yaitu zona hijau dan zona kuning berdasarkan penetapan pihak berwenang.

Dalam hal shalat Idul Fitri dilaksanakan di masjid dan lapangan, wajib memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat dan mengindahkan ketentuan sebagai berikut:

  1. Shalat Idul Fitri dilakukan sesuai rukun shalat dan khotbah Idul Fitri diikuti oleh seluruh jemaah yang hadir.
  2. Jemaah shalat Idul Fitri yang hadir tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antarshaf dan antarjemaah.
  3. Panitia shalat Idul Fitri dianjurkan menggunakan alat pengecek suhu dalam rangka memastikan kondisi sehat jemaah yang hadir.
  4. Bagi para lansia (lanjut usia) atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, disarankan tidak menghadiri shalat Idul Fitri di masjid dan lapangan.
  5. Seluruh jemaah agar tetap memakai masker selama pelaksanaan shalat Idul Fitri dan selama menyimak khotbah Idul Fitri di masjid dan lapangan.
  6. Khotbah Idul Fitri dilakukan secara singkat dengan tetap memenuhi rukun khotbah, paling lama 20 menit.
  7. Mimbar yang digunakan dalam penyelenggaraan shalat Idul Fitri di masjid dan lapangan agar dilengkapi pembatas transparan antara khatib dan jemaah.

Seusai pelaksanaan shalat Idul Fitri jemaah kembali ke rumah dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik.

Ketika kita kaitkan wabah Covid-19 dengan Idul Fitri, maka akan terungka setiap manusia harus kembali kefitrahan yang sesunguhnya.

Momentum Idul Fitri di masa pandemik virus Corona sebagai alarm pengingat bagi umat Islam untuk kembali ke fitrahnya sebagai seorang hamba dan khalifah di bumi ini.

Menurut pandangan Islam setiap manusia yang lahir di muka bumi ini dalam keadaan fitrah yakni asal kejadian yang suci dan murni, Covid-19 ini telah mengingatkan, menyentak dan melimbungkan pikiran dan kesadaran umat manusia.

Covid-19 ini telah mengingatkan, menyentak dan melimbungkan pikiran dan kesadaran umat manusia.

Aktivitas berubah, menjadi serba virtual, baik itu bekerja, meeting, perkuliahan, sekolah, berdakwah dan banyak aktivitas publik lainnya. Mengubah budaya dan kebiasaan yang sudah terbangun lama dalam kebudayaan manusia di dunia. Situasi dan kondisi memprihatinkan ini, menjadi bahan perenungan mendalam (tafúkur) baik sebagai umat Islam dan sebagai warga negara.

Pandemik ini harus menjadi momentum untuk peningkatan kwalitas sebagai hamba Tuhan. Allah SWT, memberikan anugerah Islam sebagai petunjuk bagi umat manusia dalam menjemput keselamatan baik di dunia dan akhirat.

Apabila muaranya adalah takwa dari pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan, maka hari raya Idul Fitri dan hari-hari berikutnya idealnya bersenyawa sebagai sikap hidup seorang Muslim, untuk melawan dampak yang ditimbulkan dari Covid-19.

Maka sudah sepatutnya mendekatkan diri kepada Allah, merayu kepada-Nya untuk meminta pertolongan dengan senantiasa memperbanyak berdoa dan berdzikir.

Bersihkan hati dan jiwa ini dari hasad dan dengki, persatukan jiwa-jiwa ini dalam cinta karena-Mu dan dalam ketaatan kepada-Mu. karuniakan kami jasad yang terpelihara dari maksiat, terpelihara dari harta haram, makanan haram, perbuatan haram. Izinkan jasad ini pulang kelak, jasad yang bersih. Semoga dibukakan pintu hati agar selalu sadar bahwa hidup ini hanya mampir sejenak, jadikan sisa umur menjadi jalan kebaikan bagi ibu bapak kami, dan jadikan kami menjadi anak yang shaleh yang dapat memuliakan ibu bapak kami. Amiinn

Keluarga Besar SMA Negeri 1 Kelapa Kampit Mengucapkan :

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1442 Hijriyah

Taqobballahuminna wa minkum, taqobbal ya Kariim. Minal Aidil Wal Faidzin, mohon maaf lahir batin

Jangan lupa menerapkan protokol kesehatan ; 3M (Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga Jarak).

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

#idulfitri1442h #mohonmaaflahirbatin

Bermusahabah diri di Akhir Ramadhan Menuju Hari yang Fitri

 

Setiap orang muslim dituntun untuk senantiasa melakukan muhasabah berdasarkan firman Allah dalam surah al-Hasyr ayat 18 yang berbunyi;“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah (dengan mengerjakan suruhan-Nya dan meninggalkan larangan-Nya), dan hendaklah tiap-tiap diri melihat dan memerhatikan apa yang ia telah sediakan (dari amal-amalnya) untuk hari esok (hari Akhirat). Dan (sekali lagi diingatkan) bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat meliputi pengetahuannya akan segala yang kamu kerjakan.” (al-Hasyr: 18).

Muhasabah berasal dari kata hasyib yahsabu hisab, yang artinya perhitungan. Menurut pengertian Musahabah atau introspeksi diri adalah salah satu cara evaluasi dan membersihkan diri sendiri dari kesalahan-kesalahan yang mungkin telah diperbuat.

Muhasabah adalah memperhatikan dan merenungkan hal-hal baik dan buruk yang telah dilakukan. Termasuk memperhatikan niat dan tujuan suatu perbuatan yang telah dilakukan, serta menghitung untung dan rugi suatu perbuatan.

Dalam Islam, muhasabah ini bertujuan untuk memperbaiki hubungan kepada Allah (habluminallah), hubungan kepada sesama manusia (habluminannas), serta hubungan dengan diri sendiri (habluminannafsi).

Bagi seorang muslim, muhasabah adalah hal penting dan sebisa mungkin tak boleh dilewatkan. Sebab hidup di dunia itu sangat singkat. Jauh berbeda dengan kehidupan akhirat yang kekal. Kehidupan yang kita jalani saat ini pun akan menentukan bagaimana kehidupan di akhirat kelak. Apakah berakhir baik dan masuk surga, atau berakhir buruk dan masuk neraka.

Kali ini, hari demi hari dalam ramadhan yang penuh berkah ini telah berlalu begitu cepat meninggalkan kita. Sekarang ramadhan pun hendak beranjak pergi di hari-hari terakhirnya ini untuk meninggalkan kita semua dengan segala amalan yang telah kita lakukan.

Ibadah-ibadah ramadhan kita memang begitu akrab dan identik dengan puasa, tarawih, sedekah dan untaian bacaan Alquran. Namun, ada sebagian dari kita kadang meninggalkan sebuah hal yang begitu penting untuk dilakukan di bulan ramadhan yaitu melakukan muhasabah diri.

Sebagai manusia, kita semua tak pernah lepas dari kesalahan Begitulah kita sebagai anak cucu Nabi Adam yang telah ditakdirkan untuk berbuat kesalahan dan segera untuk bertaubat sebagaimana di riwayatkan:

“Seluruh anak Adam berdosa dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.” (HR. Ibnu Maajah)

Alhamdulillah ketika kita masih diberi kesempatan untuk bisa melakukan muhasabah. Muhasabah sesungguhnya telah mengajarkan kita tentang muroqabatullah dalam artian kita meyakini bahwa Allah selalu hadir dan mengawasi seluruh perilaku yang kita lakukan. Kita mengetahui dan menyakini bahwa Allah swt mengetahui segala sesuatu yang kita tampakkan dan kita sembunyikan dalam hati kita.

Menjelang akhir ramadhan ini adalah bagaimana kita berusaha agar kita memperbanyak istigfar dan meminta ampunan Allah swt atas dosa-dosa kita, selain itu segera kita meminta maaf kepada orang-orang atas kesalahan-kesalahan kita terlebih kita tidak sengaja dan lupa berbuat salah pada orang lain sehingga tidak ada pengadilan di akhirat nanti.

Senyatanya ramadhan adalah bukanlah satu-satunya waktu untuk melakukan muhasabah diri. Akan tetapi, orang seperti kita yang belum pernah mengetahui perintah dan hakikat bermuhasabah dapat menumbuhkannya di bulan penuh berkah ini.

Semoga, disisa umur kita ini masih bisa dipertemukan dengan ramadhan-ramadhan berikutnya yang Allah perkenankan untuk kita bertemu membasahi rindu akan kehadiran bulan ramadhan dan merajut cinta yang saleh di dalamnya.

Semoga kita bisa mengakhiri ramadhan ini dengan akhir yang baik dan mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat, dan kelak Allah swt mengumpulkan kita ke dalam Jannah Al-Firdaus-Nya…Aamiin

#ramadhankareem1442H

#musahabahdiri

#BersamaMeraihPrestasi

 

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2021

Setiap tanggal 02 Mei, Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional atau disingkat dengan Hardiknas, di tahun ini masih dalam situasi pandemi Covid-19 seperti tahun lalu. dan di tahun ini juga bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah bagi umat muslim, yang merupakan juga sebagai landasan bagi umat muslim dalam melaksanakan tugasnya, belajar menjadi lebih baik, semata-mata untuk meraih ridha Allah (Tuhan Yang Maha ESa)

Sejarah Hardiknas secara singkat, penetapan 02 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional diambil dari hari kelahiran tokoh pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara. Salah satu yang terkenal adalah semboyannya yang berbunyi:
“Ing ngarsa sung tulodho, ing madya mbangun karsa, tut wuri handayani”, yang artinya “Di depan (guru) harus memberi contoh yang baik, di tengah-tengah (muridnya) harus menciptakan ide dan prakarsa, di belakang harus bisa memberi dorongan dan arahan).

Semboyan tersebut hingga saat ini masih digunakan dalam sistem pendidikan di Tanah Air, misalnya “Tut wuri handayani” yang dituliskan di dalam logo Kemendikbud.

Tahun ini juga SMA Negeri 1 Kelapa Kampit juga memperingati hari Pendidikan Nasional walau masih dalam pandemi Covid19. Baik bagi seluruh warga sekolah guru-guru, pegawai, maupun siswa siswi ikut andil dalam memeriahkan hari pendidikan Nasional dengan bentuk suatu ucapan-ucapan, dan tampilan foto menggunakan twibbon di berbagai sosial media yang dimiliki. Dan dari anak-anak OSIS juga menggelar lomba-lomba antara lain: (1) lomba menulis cerpen (bertema, pentingnya pendidikan), (2) lomba poster (bertema, tetap semangat belajar ditengah masa pandemi), lomba ini digelar secara daring/online mengingat situasi masih dalam pandemi, semoga hasilnya memuaskan.

Peringatan selamat hari pendidikan Nasional pada umumnya biasa juga dilaksanakan dengan kegiatan Upacara peringatan Hardiknas. tetapi, mengingat masih dalam situasi pandemi sekarang ini. Mengacu pada himbauan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Surat Edaran Mendikbud Nomor: 27664/MPK.A/TU.02.03/2021 menyampaikan sejumlah imbauannya terkait peringatan Kemdikbud di tahun 2021 ini ,terutama adalah Upacara Bendera. 

Pertama, Kemdikbud akan menyelenggarakan upacara peringatan Hardiknas 2021 secara tatap muka, terbatas juga minimalis, dan dengan protokol kesehatan pada Minggu (2/5/2021) pukul 08.00 WIB.

Untuk segenap instansi dan satuan pendidikan baik yang ada di pusat, luar negeri, maupun daerah diperkenankan menyelenggarakan upacara peringatan Hardiknas 2021 secara tatap muka, terbatas dan minimalis, dengan protokol kesehatan, apabila berada di zona kuning atau hijau.

Sementara instansi dan satuan pendidikan yang ada di zona merah atau oranye, diimbau untuk mengikuti jalannya upacara peringatan secara daring melalui kanal YouTube Kemendikbud RI atau saluran TV Edukasi dari rumah masing-masing.

Beberapa ucapan Hari Pendidikan Nasional 2021 oleh Guru-guru dan para siswa, antara lain :

  1. Jangan pernah Berhenti untuk Belajar, jadikan setiap tempat sebagai sekolah dan jadikan setiap orang sebagai Guru. Selamat Hari Pendidikan Nasional 2021 _ Handis Setioko,S.Pd. (Seorang guru Matematika di SMA Negeri 1 Kelapa Kampit)
  2.  Jangan pernah menyerah untuk belajar walau dalam kondisi pandemi seperti ini, raihlah mimpi-mimpimu. Selamat hari pendidikan Nasional 2021 _ Yuli Saparina.S.Pd. (seorang guru Kimia di SMA Negeri 1 Kelapa Kampit)
  3. Semangat mewujudkan merdeka belajar dengan bergerak melangkah maju, menjadikan pendidikan sebagai sarana belajar sebagai tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan menghargai kehidupan orang banyak, merubah kemiskinan, kebodohan, kemalasan, adil bagi seluruh rakyat Indonesia. Selamat Hari Pendidikan Nasional 2021 _ Fajar Dinata,S.Pd.I (seorang guru Pend. Agama Islam di SMA Negeri 1 Kelapa Kampit).
  4. Pendidikan bukan hanya mendapatkan gelar, tapi tempat mendidik moral dan dengan ilmu menuju kemuliaan. Selamat Hari Pendidikan Nasional 2021 _ Mitha Octa Amelia (Seorang Guru Matematika SMA Negeri 1 Kelapa Kampit)

#selamathariPendidikanNasional2021 #KemdikbudRI #MerdekaBelajar